Twitter

Twitter
Follow My Twitter

Facebook

Facebook
Gabung Di Page Facebook Kami Untuk Informasi Product

Support

Support
Jangan Sungkan-sungkan Silahkan Call or SMS 022-92302793 / PIN: 23B82A61

Keblinger

Macam-Macam Surga dan Penghuninya

| Selasa, 26 Juli 2011


Mendefinisikan kata “sukses” tentu bukan perkara mudah mengingat beragamnya persepsi  sehingga memunculkan beragam definisi. Meski beragam definisi, namun secara umum kita sepakat kalau sukses dimaknai sebagai kerberhasilan meraih yang diinginkan.

Bicara tentang ukuran kesuksesan, umumnya manusia hanya memandangnya dari sudut materi. Orang yang sukses pun didefinisikan sebagai orang yang pangkatnya naik, kariernya meningkat, gajinya bertambah, kekayaannya melimpah, terpilih menjadi pimpinan, pengikutnya banyak, dan lain sebagainya. Tidak dapat dipungkiri bahwa materi memang sangat melengkapi kesuksesan seseorang. Akan tetapi, sejatinya materi hanyalah bagian kecil dari kesuksesan. Ia adalah pelengkap dan bukan satu-satunya alat ukur kesuksesan, itu pun jika materi tersebut dikelola dengan petunjuk agama. Jika tidak, justru kebangkrutan yang akan didapat.

Satu dari sekian keistimewaan Islam adalah tidak mengenal dikotomi antara materi dan immateri (nonmateri) serta tidak pula ada pemisahan antara urusan dunia dan akhirat. Tentang urusan dunia dan akhirat, keduanya perlu diutamakan tanpa dikesampingkan salah satunya. Islam menempatkan prinsip keseimbangan antara kesuksesan materi dan immateri serta kesuksesan dunia dan akhirat.

Prinsip keseimbangan antara dunia dan akhirat tecermin dari lafaz doa yang senantiasa dipanjatkan seorang muslim, yakni doa khairuddunnya wal akhirah sebagaimana disebutkan dalam Al-Quran berikut ini.


 “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 201)

Dari lafaz doa tersebut, tecermin sebuah gambaran bahwa seorang muslim harus memiliki visi jauh ke depan, masa depan, yakni masa depan di dunia sekaligus akhirat. Hakikat manusia sukses bukanlah manusia yang dinobatkan (terpilih) oleh mayoritas manusia sebagai orang sukses. Hal itu terjadi karena penilaian manusia sangat dipengaruhi oleh latar belakang, motivasi, dan tendensi masing-masing. Oleh karenanya, menentukan manusia sukses selayaknya hanya berdasarkan penetapan manusia, sangatlah nisbi.

Manusia sukses dalam perspektif Islam adalah manusia yang taat kepada Allah dengan ketundukan melaksanakan perintah-Nya dan manjauhi larangan-Nya. Dengan mentaati perintah dan menjauhi larangan Allah, manusia akan terangkat derajatnya ke jenjang takwa yang merupakan setinggi-tinggi derajat di hadapan Allah Swt. Di sisi lain, kesuksesan yang hanya ditandai dengan tolok ukur materi duniawi tidak menjadi jaminan sukses meraih surga dan selamat dari neraka. Sukses meraih surga dan selamat dari neraka itulah hakikat kesuksesan yang sebenar-benarnya. Hal tersebut hanya dan hanya dapat direngkuh melalui takwa.

Memang surga tempat kembali yang layak bagi manusia yang sukses menjalankan takwa dalam hidupnya. Dalam salah satu ayat-Nya, Allah Swt. telah berfirman,

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (Q.S. Al-Qalam [68]: 34)

Lantas, surga seperti apakah yang Allah sediakan untuk orang-orang yang bertakwa? Berikut nama-nama surga beserta deskripsi peruntukannya.

Surga Firdaus

Surga Firdaus ini diciptakan oleh Allah Swt. dari emas. Tentang calon penghuninya, dijelaskan dalam surat Al-Mukminuun berikut ini.

“Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yang beriman, (yaitu) orang-orang yang khusyuk dalam shalatnya, dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perbuatan dan perkataan) yang tiada berguna, dan orang-orang yang menunaikan zakat, dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap istri-istri mereka atau budak yang mereka miliki; maka sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada tercela.
Barangsiapa mencari yang di balik itu maka mereka itulah orang-orang yang melampaui batas. Dan orang-orang yang memelihara amanat-amanat (yang dipikulnya) dan janjinya, dan orang-orang yang memelihara shalatnya. Mereka itulah orang-orang yang akan mewarisi, (yakni) yang akan mewarisi surga Firdaus. Mereka kekal di dalamnya.” (Q.S. Al-Mukminuun [23]: 1-11)

Surga ‘Adn
Surga ‘Adn ini diciptakan oleh Allah Swt. dari intan putih. Calon penghuni Surga ‘Adn antara lain:

1. Orang yang bertakwa kepada Allah Swt.
“(Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya, mengalir di bawahnya sungai-sungai, di dalam surga itu mereka mendapat segala apa yang mereka kehendaki. Demikianlah Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bertakwa. (Yaitu) orang-orang yang diwafatkan dalam keadaan baik oleh para malaikat dengan mengatakan (kepada mereka), ‘Salaamun`alaikum, masuklah kamu ke dalam surga itu disebabkan apa yang telah kamu kerjakan.’” (Q.S. An-Nahl [16]: 31-32)

2. Orang yang benar-benar beriman dan beramal saleh.
“Dan barangsiapa datang kepada Tuhannya dalam keadaan beriman, lagi sungguh-sungguh telah beramal saleh, mereka itulah orang-orang yang memperoleh tempat-tempat yang tinggi (mulia). (Yaitu) surga Adn yang mengalir sungai-sungai di bawahnya, mereka kekal di dalamnya. Dan itu adalah balasan bagi orang yang bersih (dari kekafiran dan kemaksiatan).” (Q.S. Thaahaa [2]: 75-76)

3. Orang yang banyak berbuat baik.
“Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar. (Bagi mereka) surga Adn, mereka masuk ke dalamnya, di dalamnya mereka diberi perhiasan dengan gelang-gelang dari emas, dan dengan mutiara, dan pakaian mereka di dalamnya adalah sutera.” (Q.S. Fathir [35]:32-33)

4. Orang yang sabar, menginfakkan hartanya dan membalas kejahatan dengan kebaikan.
“Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik). (Yaitu) surga Adn yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang saleh dari bapak-bapaknya, isteri-isterinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu.” (Q.S. Ar Ra’d [13]: 22-23)

Surga Na’im
Surga Na’im diciptakan oleh Allah Swt. dari perak putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang benar-benar bertakwa dan beramal saleh. Sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini.

“Sesungguhnya bagi orang-orang yang bertakwa (disediakan) surga-surga yang penuh kenikmatan di sisi Tuhannya.” (Q.S. Al-Qalam [68]: 34)

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, bagi mereka surga-surga yang penuh kenikmatan” (Q.S. Luqman [31]: 8)

“Kekuasaan di hari itu ada pada Allah, Dia memberi keputusan di antara mereka. Maka orang-orang yang beriman dan beramal saleh adalah di dalam surga yang penuh kenikmatan.” (Q.S. Al-Hajj [22]: 56)

Surga Ma’wa
Surga Ma’wa diciptakan oleh Allah Swt dari zamrud hijau. Calon penghuninya adalah:

1. Orang-orang yang benar-benar beriman dan beramal saleh.
“Adapun orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal saleh, maka bagi mereka surga-surga tempat kediaman, sebagai pahala terhadap apa yang telah mereka kerjakan.” (Q.S. As-Sajdah [32]: 19)

2. Orang-orang yang takut pada kebesaran Allah Swt. dan menahan diri dari hawa nafsu buruk.
“Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya. Maka sesungguhnya surga tempat tinggal(nya).” (Q.S. An-Naazi‘aat [79]: 40-41)

Surga Darussalam
Surga Darussalam diciptakan oleh Allah Swt dari yakut merah. Calon penghuninya adalah orang-orang yang kuat iman dan Islamnya, mengamalkannya ayat-ayat Al-Quran dalam kehidupan sehari-hari, serta mengerjakan amal saleh lainnya karena Allah Swt. Firman-Nya,

“Bagi mereka (disediakan) darussalam (surga) pada sisi Tuhannya dan Dialah Pelindung mereka disebabkan amal-amal saleh yang selalu mereka kerjakan.” (Q.S. Al-An’aam [6]: 127)

Surga Darul Muqamah
Surga Darul Muqamah diciptakan oleh Allah Swt. dari permata putih. Calon penghuninya adalah orang-orang yang melakukan banyak kebaikan. Firman-Nya,

“Dan mereka berkata, ‘Segala puji bagi Allah yang telah menghilangkan duka cita dari kami. Sesungguhnya Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. Yang menempatkan kami dalam tempat yang kekal (surga) dari karunia-Nya; di dalamnya kami tiada merasa lelah dan tiada pula merasa lesu.’” (Q.S. Faathir [35]: 34-35)

Surga Al-Maqaamul
Surga Al-Maqaamul adalah surga yang diciptakan oleh Allah Swt. dari emas. Calon penghuninya adalah orang-orang yang sangat beriman (muttaqien), yaitu yang benar-benar bertakwa kepada Allah Swt. sebagaimana firman Allah Swt. berikut ini
“Sesungguhnya orang-orang yang bertakwa berada dalam tempat yang aman.” (Q.S. Ad-Dukhan [44]: 51)

Surga Khuldi
Surga Khuldi adalah surga yang diciptakan oleh Allah Swt. dari marjan merah dan kuning. Calon penghuninya adalah orang-orang yang taat menjalankan perintah Allah Swt. dan menjauhi segala larangan-Nya. Firman-Nya,

“Katakanlah, ‘Apa (azab) yang demikian itukah yang baik, atau surga yang kekal yang telah dijanjikan kepada orang-orang yang bertakwa? Dia menjadi balasan dan tempat kembali bagi mereka.’” (Q.S. Al-Furqan [25]: 15)

Jadi, selamat berlomba-lomba meraih surga. [Ali]

Semoga sangan bermanfaat,jangan lupa komentar anda, trimakasih...

Sumber: Majalah Percikan Iman

1 comments:

{ Wakija Hadisetiyana } at: 11 Maret 2014 18.38 mengatakan...

Makasih saya ngopi semoga bermanfaat dan menjadikan amal jariah Anda

Poskan Komentar

 

Copyright © 2010 Master PIN | Design by Dzignine

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...