Twitter

Twitter
Follow My Twitter

Facebook

Facebook
Gabung Di Page Facebook Kami Untuk Informasi Product

Support

Support
Jangan Sungkan-sungkan Silahkan Call or SMS 022-92302793 / PIN: 23B82A61

Keblinger

Tampilkan postingan dengan label SOLEH. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label SOLEH. Tampilkan semua postingan

Tips Mencari Jodoh Menurut Islam

| Minggu, 11 November 2012

Bismillahirahmannirrahim.. 
Allah SWT mempunyai tiga pilihan dalam menjodohkan manusia satu sama lain. Pilihan pertama adalah cepat mendapatkan jodoh. Pilihan kedua, lambat mendapatkan jodoh, tapi suatu ketika pasti mendapatkannya di dunia. Pilihan ketiga adalah menunda mendapatkan jodoh sampai di akhirat kelak (di dunia kita tidak mendapatkan jodoh). Apapun pilihan jodoh yang ditentukan Allah, maka hal itu adalah hal yang terbaik untuk kita. Allah SWT berfirman : “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS. 2 : 216).



Lalu Tips apa yang perlu dilakukan agar kita segera mendapatkan jodoh? di Bawah ini ada beberapa upaya yang dapat dilakukan yaitu : 


1. Memperbaiki diri

Jika kita ingin mendapatkan jodoh yang shaleh, maka kita harus menjadi orang yang shaleihah juga. Itulah maksud Allah dalam firman-Nya : “Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga)” (QS. 24 : 26).
Memperbaiki diri disini pengertiannya ada dua, lahiriah dan batiniah. Secara lahiriah kita perlu menjadi orang yang bersih, rapi dan menjaga bau badan. Tidak perlu berdandan yang berlebihan (tidak Islami), tapi perlu kelihatan sebagai orang yang menarik. Sebagian orang yang ingin menikah sangat berharap mendapatkan jodoh yang sholih, tapi ia sendiri orang yang salah (tidak sholih). Ini ibarat pungguk merindukan bulan.

2. Tidak putus asa berdoa

Jangan pernah berputus asa untuk berdoa. Doa yang baik untuk mendapatkan jodoh adalah doa yang terdapat dalam surah Al Furqon ayat 74 : “Ya Rob kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa”.
Agar doa lebih terkabul, perhatikan juga adab-adab berdoa dalam Islam. Jadi jangan berdoa menurut versi kita sendiri. Berdoalah menurut apa yang diajarkan Allah dan Rasul-Nya kepada kita, niscaya doa kita akan lebih terkabul.

3. Ibadah sunnah diperbanyak

Agar jodoh kita semakin cepat datang, kita juga perlu mendekati Allah dengan ekstra dekat. Caranya tidak hanya mengandalkan ibadah wajib, tapi juga dengan menambah ibadah-ibadah sunnah (nawafil), seperti sholat tahajjud, sholat dhuha, shaum, tilawah Al Qur’an, infaq, dan lain-lain. Lakukan ibadah sunnah ini secara rutin setiap hari agar iman kita bertambah dan do’a kita semakin dikabulkan Allah SWT.

4. Memiliki kriteria yang tidak muluk

Mengapa jodoh sulit datang kepada kita? Salah satunya mungkin disebabkan karena kriteria jodoh kita terlalu muluk. Kita ingin jodoh yang mapan, ganteng/cantik, berpangkat, keturunan baik-baik dan beriman. Keinginan semacam itu sah-sah saja, tapi jika hal tersebut dijadikan syarat untuk jodoh kita maka kita telah mempersulit diri sendiri. Itulah sebabnya Rasulullah mengatakan jika kita tidak dapat memperoleh semuanya, maka pilihlah yang agamanya paling baik. Hal itu berarti mungkin saja jodoh kita orang yang miskin, tidak berpangkat, bukan keturunan orang baik, akan tetapi kita perlu menerimanya asalkan memiliki agama/akhlaq yang baik. Jangan kita menginginkan kesempurnaan dari orang lain, padahal diri kita tidak sempurna.

5. Memperluas pergaulan

Cara yang lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah memperluas pergaulan. Dengan pergaulan yang luas kita juga lebih banyak mendapatkan pilihan. Seringkali jodoh itu datang bukan dari perkenalan langsung, tapi dari kenalan teman kita. Bahkan dari kenalan dari kenalan teman kita. Itulah gunanya pergaulan yang luas. Ibarat seorang nelayan yang menebarkan jaringan yang luas untuk mendapatkan ikan yang lebih banyak.

6. Meminta tolong orang lain

Cara lain agar cepat mendapatkan jodoh adalah meminta tolong kepada orang lain yang reputasinya baik. Orang tersebut bisa saja guru mengaji, murobbi, teman, orang tua, saudara, dan lain-lain. Jangan malu-malu untuk meminta bantuan kepada mereka dan jangan malu-malu juga untuk mengulangi permintaan kita secara rutin agar orang tersebut ingat bahwa kita meminta bantuan kepadanya.

7. Menyatakan hasrat secara langsung

Bisa juga seorang wanita mendapatkan jodoh dengan cara menyatakan langsung kepada lelaki yang kita taksir bahwa kita siap menikah dengannya. Ini adalah cara yang masih asing dalam budaya Indonesia. Namun cara ini sebenarnya Islami, karena pernah dilakukan Khadijah ra kepada Nabi Muhammad saw. Khadijah ra yang lebih dahulu menyatakan hasratnya kepada Nabi melalui perantaranya. Menurut saya, cara ini perlu dimasyarakatkan di Indonesia, sehingga tidak ada lagi wanita yang malu-malu kucing, padahal hatinya sudah ingin sekali dilamar oleh lelaki yang diharapkannya.
 
Itulah  7 Tips yang InsyaAllah dapat membantu Anda dalam mencari jodoh. Terimakasih telah segan membaca Artikel ini, Semoga Bermanfaat.(sumber)
Baca selengkapnya »

Menunggu Jodoh yang Soleh/Solehah

| Kamis, 27 September 2012


Fitrah Insani,Salah satu tanda kebesaran Allah adalah bahwa setiap manusia mempunyai keinginan untuk saling menyukai lawan jenis dan melangsungkan pernikahan. “Dijadikan terasa indah dalam pandangan manusia cinta terhadap apa yang diinginkan berupa lawan jenis, anak-anak, harta benda…” (Q.S. Ali Imran [3]:14)

Hal tersebut (ketertarikan pada lawan jenis) akan lebih membahagiakan ketika kita mendapatkan pasangan yang shaleh, melahirkan keturunan yang shaleh, rumah tangga yang sakinah, mawaddah dan rahmah. Anggota keluarga yang shaleh akan saling mengingatakan pada kebenaran dan kesabaran sehingga tercipta miniatur surga di dunia (baiti jannati) yang pada gilirannya dapat menjadi saran berkumpul di surga-Nya kelak. Karenanya kita dianjurkan untuk senantiasa berdoa, 



“Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyejuk hati kami dan jadikanlah kami pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (Q.S Al-Furqaan [25] :74)


Namun demikian, sebelum hari H (pernikahan) itu tiba, semua orang berada dalam situasi yang sama. Kita tidak tahu persis siapakah jodoh kita, kapan waktunya ia akan tiba, di mana akan dipertemukan, serta apakah ia benar-benar orang shaleh? Semua jawaban pertanyaan itu adalah wallahu’alam bishawwab, hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Ada Aneka Peluang
Allah yang Maha Mengetahui dan Mahakuasa telah menakdirkan jodoh bagi setiap orang. Namun demikian, manusia tidak bisa hanya berharap dan berdiam diri. Kita harus berusaha dengan melakukan ta’aruf atau memperluas network dengan lawan jenis secara syari. 

Dari sana kita bisa berupaya untuk saling mengenal, mengamati fakta- fakta pendukung, membantu diri dengan bertawasul amal-amal shaleh seperti shaum sunah, berbakti kepada orangtua, dan berinfaq. Usaha yang konsisten yang disertai optimisme dan prasangka baik insya Allah akan mengantarkan kita pada terbukanya peluang serta alternatif pilihan.

Jika kita dihadapkan pada pilihan, silahkan memilih salah satu calon pasangan. Kalau memang tidak berkenan, jangan ragu menolak semua pilihan yang ada tersebut. Hendaknya menikah tidaklah berdasar pada keterpaksaan, rasa malu pada usia (yang sudah tidak muda lagi), atau desakan keluarga dan lingkungan. Allah telah memberikan kepada manusia akal dan aturan agama untuk menimbang, mengingat, dan memutuskan. Dengan demikian, rumah tangga yang akan dibina berjalan dengan baik serta menjadi keluarga yang shaleh. 

Sadari Sejak Dini bahwa Pernikahan adalah Ujian
Hidup adalah ujian. Karenanya, kita harus menyiapkan mental sejak dini. Bisa saja, takdir jodoh kita adalah bukan orang shaleh. Hal ini seperti dinyatakan oleh Allah dalam firman-Nya, 



“Wahai orang-orang yang beriman. Sesungguhnya di antara pasanganmu dan anakmu ada yang menjadi musuh bagimu, maka berhati-hatilah kamu terhadap mereka… Sesungguhnya hartamu dan anakmu, hanyalah ujian bagimu, dan di sisi Allah pahala yang besar.” (Q.S. At-Taghaabuun [64]: 14-15) 

Seyogianya kita tidak berkecil hati ketika mendapat jodoh yang tidak shaleh. Hal tersebut tetap bisa menjadi kebaikan apabila dijadikan sebagai lahan amal shaleh dan batu ujian untuk meningkatkan keimanan, tawakal, dan kesabaran. Insya Allah, hal tersebut bisa menjadi jalan ke surga.

Santai di Masa Penantian 
Hadapilah dengan tenang masa-masa penantian mendapatkan pasangan (jodoh). Isilah waktu tersebut dengan sikap easy going, santai, tidak mudah emosi atau sensitif, serta tidak larut dalam kesedihan. Yakinlah bahwa semua situasi dan kondisi ini akan membawa kebaikan. “Sungguh menakjubkan kondisi seorang mukmin. Segala keadaan dianggapnya baik, dan hal ini tidak akan terjadi, kecuali bagi seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur, maka itu tetap baik baginya dan apabila ditimpa penderitaan ia bersabar maka itu tetap baik baginya.” (H.R. Muslim) 

Demikian sejumlah tips sederhana dari saya. Semoga ini bisa membantu. Yakinlah bahwa semua kondisi adalah baik, berguna, dan berpahala bagi kita. Semua tergantung dari sudut pandang mana kita menyikapinya. Wallahu’alambishawwab.

SUMBER :http://www.percikaniman.org/category/teh-sasa-esa-agustina/menanti-ikhwan-sholeh
Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Master PIN | Design by Dzignine