Twitter

Twitter
Follow My Twitter

Facebook

Facebook
Gabung Di Page Facebook Kami Untuk Informasi Product

Support

Support
Jangan Sungkan-sungkan Silahkan Call or SMS 022-92302793 / PIN: 23B82A61

Keblinger

Kreasi Jilbab Trend Buat Lebaran

| Senin, 22 Agustus 2011
Memakai hijab atau jilbab saat ini tidak menjadi halangan untuk tampil modis. Dengan permainan lilitan di kepala, Anda bisa menepis anggapan miring yang menyatakan bahwa jilbab membuat penampilan terkesan kuno dan tak cantik.

Jika Anda memiliki rencana untuk mengenakan hijab di Hari Raya Idul Fitri nanti, langkah-langkah memakai hijab berikut mungkin bisa menginspirasi Anda yang ingin tampil modis dan trendi:

1. Model dasar
Anda hanya memerlukan kerudung panjang atau pasminah yang saat ini memiliki banyak motif dan ciput. Gunakan ciput berbahan kaos yang dingin atau lace untuk mempercantik.

Gunakan kerudung, tahan dnegan peniti di bagian leher, lalu tari kerudung bagian kanan melingkari leher hingga ke atas kepala. Dari model dasar ini Anda bisa membuat segala macam variasi.

2. Simple Ribbon
- Yang Anda perlukan hanya pasminah dan pita atau bandana cantik.
- Lakukan model dasar dengan bagian kanan jauh lebih panjang dibanding bagian kiri.
- Pasminah di bangian kanan akan menjuntai panjang dari atas kepala. Di atas telinga tahan dengan jari lalu lipat pasminah kembali ke atas kepala sehingga sisa juntaian berada di sebelah kiri.
- Tahan dengan pita. Buatlah simpul yang cantik.
- Pada pasminah bagian kiri yang lebih pendek, tarik melingkari leher, lalu tahan dengan menggunakan peniti di bagian kepala.



3. Colorful Look
- Yang Anda perlukan hanya dua pasminah berbeda warna dan bros cantik.
- Lakukan model dasar, lalu tarik sisa pasminah di bagian kiri ke atas kepala tanpa melingkari leher. Akan tampak dua juntaian di kepala bagian kanan. Tahan dengan peniti.
- Dengan pasminah yang berbeda warna tumpuk dan silangkan di bagian bekalang kepala.
- Tarik bagian kiri ke atas kepala biarkan menjuntai di bagian kanan, lalu percantik dengan bros.
- Anda bisa membiarkan sisa pasminah atau menyilangkannya ke bagian kanan warna terlihat seimbang.



4. Romantisme Hijab
- Yang Anda perlukan hanya satu pasminah, satu scarf berbentuk segitiga.
- Lakukan model dasar, lalu tarik sisa pasminah di bagian kiri ke atas kepala tanpa melingkari leher. Akan tampak dua juntaian di kepala bagian kanan. Tahan dengan peniti.
- Dengan scarf segitiga tumpuk dan selipkan ujung scarf bagian kiri ke dalam ciput lalu tahan drngan peniti.



5. Modifikasi simpul
- Yang Anda perlukan hanya dua pasminah gradasi, satu scarf persegi panjang kecil atau bandana cantik.
- Lakukan model dasar, lalu tarik sisa pasminah di bagian kiri ke atas kepala tanpa melingkari leher. Akan tampak dua juntaian di kepala bagian kanan. Tahan dengan peniti.
- Dengan pasminah yang memiliki warna lebih tua, tumpuk dan buat simpul di bagian bekalang kepala.
- Dengan scarf persegi panjang, buat silang di bagian atas kepala lalu ikat di bawah kepala. Atau, Anda cukup menggunakan bandana cantik.
- Pada pasminah yang berwarna lebih tua, tarik bagian kanan melingkari ikat rambut, lalu buat simpul di samping telinga.


Semoga sangat bermanfaat......
Sumber:http://kosmo.vivanews.com/news/read/242436-kreasi-cantik-hijab-lebaran
Baca selengkapnya »

Sehat Ala Nabi Muhammad SAW

| Jumat, 19 Agustus 2011

Rasulullah saw telah memberikan contoh 14 abad lalu, sebelum dunia kedokteran merilis bahwa makan harus duduk, tenang dan tidak terburu-buru. Islam bahkan mengajarkan untuk memulakan dengan do’a. Demikian pula dalam hal kebersihan.

Makan Ala Nabi
Untuk menjaga kesehatan atau terhindar dari penyakit, makanan memang faktor paling kasat mata yang harus diperhatikan. Namun yang sangat menentukan selain jenis makanan itu sendiri, cara makan pun sangat perlu untuk diperhatikan.
Oleh karena itu nabi pun punya tips bagaimana kegiatan makan yang merupakan kebutuhan pokok manusia itu betul-betul optimal mendatangkan kesehatan dan tidak mendatangkan dampak negatif.

Pertama, pastikan makanan yang didapatkan adalah halal dan baik serta tidak mengandung unsur-unsur yang haram.

وَكُلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ اللّهُ حَلاَلاً طَيِّباً وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِيَ أَنتُم بِهِ مُؤْمِنُونَ
“Dan makanlah makanan yang halal lagi baik dari apa yang Allah telah rezekikan kepadamu, dan bertakwalah kepada Allah yang kamu beriman kepada-Nya.” (QS: Al Maidah: 88).
Jangan lupa untuk selalu meniatkan makan dan minum untuk menguatkan badan, agar dapat melakukan ibadah, dan hal-hal lain yang berguna agar dapat menjadi insan yang muttaqin.

Kedua, makan sesudah lapar dan berhenti sebelum kenyang. "Kami adalah sebuah kaum yang tidak makan sebelum lapar dan bila kami makan tidak terlalu banyak (tidak sampai kekenyangan).” (Muttafaq Alaih).

Dunia modern dikejutkan dengan satu ‘penyakit’ baru, yakni obesitas. Kelebihan berat badan jika dibiarkan akan mengundang lebih banyak penyakit. Dan, obesitas ini tentu mulanya walaupun tidak semua, sering bermula dari kebiasaan makan secara berlebihan. Oleh karena itu makanlah secukupnya dan jangan berlebihan.

Ketiga,mencuci kedua tangan sebelum makan, jika dalam keadaan kotor atau ketika belum yakin dengan kebersihannya. “Apabila Rasululllah Sholallahu Alaihi Wassalam hendak tidur sedangkan Beliau dalam keadaan junub, maka beliau berwudhu terlebih dahulu dan apabila hendak makan, beliau mencuci kedua tangannya terlebih dahulu.” (HR. Ahmad)
Sehat Ala Nabi

Dalam pandangan Islam, kesehatan bukan saja jasmani, tetapi juga ruhani. Untuk apa sehat badan kalau imannya kropos? Tentu sangat baik jika badan kuat iman juga sehat.
Makanan bukan satu-satunya penyebab munculnya berbagai macam penyakit. Meskipun umumnya beragam penyakit jasmani banyak ditimbulkan oleh makanan.

Satu hal yang tidak kalah penting terbukti efektif dalam meminimalisir mudahnya penyakit menyerang kita adalah keyakinan dan kemauan yang kuat untuk menerapkan syariat agama yang telah dicontohkan oleh nabi kita.

Meskipun kita telah mengonsumsi makanan penuh gizi, olahraga teratur, tetapi mental kita bermasalah, sering marah, suka ngomel, dan paling senang mendengki orang lain. Dapat dipastikan kita akan jauh dari kehidupan yang bahagia, sehingga rentan terhadap berbagai macam penyakit (biasanya darah tinggi), utamanya penyakit ruhani yang pada akhirnya akan berdampak signifikan terhadap kesehatan jasmani.

Islam sebagai ajaran yang bersifat tauhidi, tidak pernah memberatkan satu aspek lalu mengabaikan aspek yang lain. Seorang dikatakan sehat dalam perspektif Islam tidak semata bugar raganya, namun juga prima imannya, baik perangainya dan mulia akhlaknya.
Bagaimana agar kita bisa sehat jiwa raga? Berikut langkah-langkahnya;

Pertama, bangun sebelum shubuh atau dini hari untuk qiyamul lail. Bagi anda yang pelajar/mahasiswa anda bisa menulis di waktu yang hening itu. Lebih afdhal juga jika anda bangun sholat dan berdoa. Sebab doa pada waktu malam kemungkinan terkabulkannya cukup besar. Dan, lakukanlah sholat Shubuh secara berjama’ah di masjid.
Jika rumah anda terbilang agak jauh dari masjid, kondisi tersebut sungguh sangat menguntungkan. Anda bisa jalan kaki ke masjid. Jadi, selain mendapat pahala yang jauh lebih besar, anda juga bisa sekaligus berolahraga sambil menikmati sejuknya udara di pagi hari.
Jika anda rutin melakukannya, jalan kaki akan menjadikan peredaran darah lebih teratur, dan darah akan sampai dalam jumlah yang besar ke pembuluh-pembuluh darah yang ada di seluruh tubuh, sehingga dapat mengurangi atau bahkan menghilangkan banyak keletihan yang disebabkan oleh kurangnya suplai darah di seluruh sudut tubuh pada beberapa penyakit.

Kedua, sebisa mungkin jangan mudah emosi atau mudah marah. Rasullullah saw, memperingatkan kita, "Jangan marah, jangan marah, jangan marah." Ini menunujukkan bahwa hakikat kesehatan dan kekuatan Muslim bukanlah terletak pada jasadiyah belaka, tetapi lebih jauh yaitu dilandasi oleh kebersihan dan kesehatan jiwa.
Jika anda termasuk tipe orang yang suka marah, atau mudah terpancing emosi lalu marah, Rasulullah saw memberikan tips berikut ini;
1. Mengubah posisi ketika marah, bila berdiri maka duduk, dan bila duduk maka berbaring
2. Membaca ta 'awwudz, karena marah itu dari syaithan
3. Segeralah berwudhu dan lakukanlah sholat dua rakaat untuk meraih ketenangan dan menghilangkan kegundahan hati

Ketiga, jangan mendengki saudara Muslim yang lainnya. Gembira jika saudaranya tertimpa musibah dan bersedih jika suadaranya mendapat berkah merupakan sikap yang tercela dan bisa menghanguskan pahala kebaikan kita sendiri.
“Waspadalah terhadap hasud (iri dan dengki), sesungguhnya hasud mengikis pahala-pahala sebagaimana api memakan kayu.” (HR. Abu Dawud)

Keempat, senantiasa berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kesehatan. Rasulullah saw berwasiat kepada kita, “Mohonlah kepada Allah keselamatan dan afiat. Sesungguhnya tiada sesuatu pemberian Allah sesudah keyakinan (iman) lebih baik dari pada sehat afiat.” (HR Ibnu Majah).

Kelima, perbanyaklah puasa.
Suatu kali, penulis bertemu dengan seorang pengurus masjid di kawasan Grogol Jakarta Barat. Usianya sudah lebih dari 70 tahun, tetapi fisiknya masih kuat. Dia mampu membersihkan masjid dan naik turun tangga setiap hari. Tatkala ditanya, apa rahasianya, jawabannya cukup singkat, “Kosongkan perutmu dua kali seminggu dan perbanyaklah minum air disertai doa. Mesin saja kalau tidak diservice bisa rusak," begitu jawabnya sederhana. Subhanallah.

Benar, puasa dan doa adalah salah satu cara menservice fisik manusia supaya tetap bugar. Nabi pernah berpesan, dalam amalan puasa, terkandung banyak manfaat kesehatan. ”Puasalah kamu niscaya kamu akan sehat selalu.”
Dengan memperhatikan dan berupaya menerapkan cara hidup nabi dalam kesehariannya, Insya Allah bukan saja fisik kita akan sehat, jiwa kita pun akan selalu terawat.
Jadi, mari kita mulai meneladani hidup nabi sekarang juga. Wallahu a’lam.

Semoga sangat bermanfaat, jangan lupa komentar anda,trimakasih....


sumber:http://www.hidayatullah.com/read/18474/15/08/2011/ingin-sehat?-tirulah-cara-nabi.html


Baca selengkapnya »

Pemuda Pemberani dan Raksasa Zalim

| Kamis, 18 Agustus 2011

Setelah Nabi Musa Alaihissalam (As) wafat, kaum Bani Israil (Ya'qub) kembali tertindas oleh kaum Amaliqah. Kaum ini memiliki tubuh sangat besar, kuat, dan kejam. Mereka seperti raksasa. Mereka berdomisili di daerah dekat Baitul Maqdis. Para ulama berpendapat daerah itu adalah Palestina.
Kaum Amaliqah memiliki seorang pemimpin. Namanya Jalut (orang-orang kafir menyebutnya Golied). Tingginya, menurut banyak kisah, 1 mil. Ia berasal dari dinasti Bukhtanashar.

Kaum Bani Israil amat tertindas dengan hadirnya kaum Amaliqah. Sejumlah 400 pembesar Bani Israil ditahan oleh mereka. Rakyat Bani Israil ditarik upeti yang mencekik di negara mereka sendiri. Tak ada seorang Nabi pun di kaum Bani Israil yang lahir saat itu. Nabi Yasa' As --generasi Nabi setelah Musa As-- telah lama wafat. Hingga akhirnya seorang wanita bernama Hubla melahirkan seorang bayi bernama Syamwil. Syamwil ini diutus Allah Subhanahu wa Ta'ala (Swt) sebagai seorang Nabi yang bertugas melanjutkan risalah Nabi-nabi sebelumnya.

Kepada Syamwil-lah kaum Bani Israil mengadukan penindasan kaum Amaliqah. Mereka meminta Syamwil As menunjuk seorang pemimpin di antara mereka untuk diangkat menjadi raja yang kelak akan memimpin mereka berperang melawan kaum Amalqah.

Syamwil As berkata, ''Jangan-jangan setelah diwajibkan atas kalian berperang, kalian malah meninggalkannya. '' Kaum Bani Israil menjawab, ''Bagaimana mungkin kami tidak berpereng sedangkan kami telah diusir dari rumah kami sendiri dan dari anak-anak kami?''
''Baiklah,'' kata Syamwil As, ''Allah telah memilih Thalut sebagai raja kalian.''

Mereka semua tercengang tidak percaya. Soalnya, Thalut bukanlah keturunan Yahuz bin Yakub, saudara Yusuf, yang telah menganiaya adiknya itu. Thalut hanya tukang  samak dan pengembala.

Padahal, Thalut adalah keturunan Lawa. Sementara Lawa adalah keturunan Bunyamin putra bungsu Ya'kub. Sejak beberapa generasi, tak ada dari keturunan Lawa yang menjadi Nabi atau raja.
Thalut adalah pemuda yang sangat tampan. Allah Swt telah menambahkan ilmu dan kesempurnaan fisik kepadanya.

Kaum Bani Israil lalu meminta bukti bahwa Allah benar-benar telah memilih Thalut. Syamwil As menjawab, ''Sesungguhnya tanda bahwa Thalut terpilih sebagai raja adalah datangnya Tabuut. Di dalamnya terdapat ketenteraman dari Tuhan kalian dan terdapat pula peninggalan dari keluarga Musa dan Harun.''

Tabut adalah sebuah peti yang terbuat dari kayu Syimsyar dengan ukuran 3x2 dzira'. Peti itu disepuh emas. Di dalam terdapat sepasang alas kaki Nabi Musa beserta tongkatnya, sorban Nabi Harun, semangkuk Manna yang diturunkan Allah Swt semasa Nabi Musa As untuk makanan pagi kaum Bani Israil, dan buku-buku dari Nabi terdahulu.

Tak berapa lama datanglah malaikat membawa Tabuut dan menjatuhkannya tepat di hadapan kaum Bani Israil. Melihat kejaiban itu, mereka serentak mengakui kedaulatan Thalut sebagai raja dan segera bersiap untuk berperang melawan kaum Amaliqah. Thalut memilih 70 ribu pemuda sebagai prajuritnya. Di antara mereka terdapat seorang pemuda bernama Daud.

Mereka adalah orang-orang pilihan yang sudah tidak diragukan lagi kemampuannya.
Thalut beserta rombongan berangkat dari Bait al Maqdis (Palestina). Gurun yang kering dan panas membuat mereka sangat kehausan. Mereka kehabisan bekal. Air yang sangat mereka inginkan tak juga ditemukan.
Di tengah perjalanan, Thalut berkata, ''Tak lama lagi Allah Swt akan menguji kalian dengan sebuah sungai.
Barang siapa minum dengan berlebihan dari sungai itu maka mereka bukanlah termasuk golonganku, kecuali mereka yang hanya minum dan makan sekadarnya, secebok dengan tangan mereka.''

Mulanya para prajurit berjanji untuk tidak tergoda dengan sungai itu. Mereka hanya akan meminum air sungai itu sedikit saja. Namun, ketika sungai yang dimaksud Thalut telah tampak di depan mata, panjang dan lebar, dengan airnya yang bening dan terasa amat sejuk, serentak mereka lupa dengan janji mereka.
Sebagian besar dari mereka menceburkan diri ke dalam sungai, meminum dengan sepuasnya. Hanya tinggal 313 saja yang tetap teguh pada pendiriannya.

Atas izin Allah Swt, prajurit yang telah melanggar janjinya itu tiba-tiba menjadi ciut nyalinya untuk berperang. Banyak di antara mereka yang lemah lunglai dan mengantuk. Mereka berkata, ''Tak mungkin kita melawan Jalut. Tak ada kekuatan pada kami untuk melawan Jalut dan para prajuritnya. ''
Sementara 313 prajurit yang tadi bisa memegang janjinya tetap bersikukuh untuk melanjutkan peperangan. Mereka berkata, ''Dengan izin Allah, banyak golongan kecil akan dapat mengalahkan golongan yang lebih besar. Karena sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.''

Thalut berangkat dengan sisa-sisa prajuritnya. Barisan pun diatur. Strategi juga diatur dengan sangat piawai oleh Thalut.

Diriwayatkan, jumlah prajurit Jalut kurang lebih 100 ribu orang dengan persenjataan lengkap. Posisi Jalut sangat menguntungkan. Mereka juga tak akan kekurangan  bekal, karena mereka diserang di daerah kekuasaan mereka sendiri.

Namun pasukan Thalut yang tersisa sama sekali tak ciut melihat hal itu. Mereka sangat yakin dengan pertolongan Allah Swt. Kalau pun harus mati, mereka pasti akan bertemu dengan Allah Swt.
Perang dahsyat pun dimulai. Banyak korban berjatuhan di pihak Jalut. Bahkan, di luar dugaan, Jalut terbunuh di medan itu. Siapa pahlawan yang membunuh Jalut?

Dua versi

Ulama terpecah dua dalam menyimpulkan siapa yang membunuh Jalut. Yang pertama, sebelum berangkat, Thalut mengadakan sayembara kepada para prajuritnya.
Barang siapa bisa membunuh Jalut akan dijadikan menantunya dan mendapat separuh dari kerajaannya.
Tak seorang pun yang berani maju. Thalut pun berdiskusi dengan Syamwil. Lalu Syamwil berdoa kepada Allah Swt memohon petunjuk.

Kemudian, Syamwil membawa semangkuk minyak dan menyuruh semua prajurit menggunduli kepalanya. Minyak itu dituangkan ke kepala setiap prajurit. Begitu dituang, minyak itu meleleh tumpah berjatuhan dari kepala meraka. Hingga tiba giliran pemuda bernama Daud bin Aisya As. Dia adalah bungsu dari 13 bersaudara.

Di kepala Daud As minyak itu tidak tumpah, tapi malah membentuk sebuah topi baja untuk berperang. Berkatalah Syamwil As, ''Engkaulah anak muda yang akan berhasil membunuh Jalut.''
Begitu Daud As bergegas akan pergi ke shaf terdepan, sebuah batu memanggilnya. ''Bawalah aku Daud. Karena aku adalah batunya Nabi Musa.'' Daud As memungutnya.

Setelah akan melanjutkan perjalanan lagi, sebuah batu kecil memanggilnya lagi, ''Bawalah aku Daud, aku adalah batu yang akan membantumu membunuh Jalut.''  Daud pun kembali memungutnya.

Begitulah! Hingga ada 3 buah batu kecil di saku baju Daud dengan sebuah miqla' (ketepel) di tangannya.
Dalam perang melawan Jalut, Daud menggunakan miqla'nya. Atas izin Allah Swt, 3 buah batu yang tadi dibawanya tepat menembus mahkota hingga kepala Jalut. Jalut pun tumbang dan mati.

Pendapat kedua, dari ulama-ulama Salaf. Mereka mengatakan, Jalut mati di medan perang dan tak seorang pun tahu siapa pembunuhnya. Banyak prajurit yang mengaku-ngaku sebagai pembunuh Jalut karena ingin mendapatkan hadiah sayembara yang dijanjikan Thalut.

''Sayalah pembunuh Jalut,'' kata mereka. Thalut pun bingung dan miminta bantuan Syamwil As untuk memecahkan masalah ini. Maka, Syamwil As menggunakan cara seperti yang telah disebutkan di atas. Hanya Allah Swt yang Maha Tahu riwayat mana yang benar. Yang pasti, si pembunuh Jalut adalah Daud As.  Karena Al-Qur'an telah menceritakan begitu.

Thalut menepati janjinya. Daud As dinikahkan dengan seorang putrinya dan diberi separuh kerajaanya. Daud As pun hidup dengan tenang selama 40 tahun. Setelah itu Thalut wafat. Sepeninggal Talut, Daud-lah yang menggantikannya sebagai raja. Daud As diangkat oleh Allah sebagai Nabi dan Rasul dan diturunkan kepadanya kitab Zabur.

Semoga sangat bermanfaat, janganlupa komentar anda trimakasih...


Sumber:http://www.hidayatullah.com/read/16565/23/04/2011/kisah-pemuda-pemberani-dari-raksasa-yang-zalim.html

Baca selengkapnya »

5 macam Kejujuran

| Selasa, 16 Agustus 2011

JUJUR adalah kata yang mudah diucap, namun sulit untuk didapat. Kejujuran seseorang akan menentukan gerak langkahnya dalam meniti jalan hidup untuk menuju kebahagiaan di dunia dan akhirat. Jujur adalah sumber segala kebaikan, sedangkan dusta adalah sumber segala malapetaka. Ketika seseorang telah berbuat jujur terhadap sesamanya, maka akan banyak orang merasa diuntungkan olehnya. Tetapi jika seseorang telah berbuat dusta, maka ribuan orang akan merasa dirugikan olehnya. Oleh karena itu, berhati-hatilah terhadap bencana dusta, karena Rasulullah Saw. telah mengingatkan lewat sabdanya.
"Hendaklah kamu selalu berbuat jujur, sebab kejujuran membimbing ke arah kebajikan, dan kebajikan membimbing ke arah surga. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat jujur dan bersungguh-sungguh dalam melakukan kejujuran sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai orang jujur. Dan hindarilah perbuatan dusta. Sebab dusta membimbing ke arah kejelekan. Dan kejelekan membimbing ke arah neraka. Tiada henti-hentinya seseorang berbuat dusta dan bersungguh-sungguh dalam melakukan dusta sehingga dia ditulis di sisi Allah sebagai pendusta." (H.R. Bukhari dan Muslim)

Dalam hadits lain, Ali bin Abi Thalib berkata bahwa Rasulullah Saw bersabda:
"Sesungguhnya di surga ada kamar-kamar yang terlihat bagian luarnya dari dalamnya, dan bagian dalamnya dari luarnya." Kemudian seorang dusun berdiri dan berkata, "Ya Rasulallah, bagi siapakah kamar-kamar itu?" Rasulullah Saw. menjawab: "Bagi orang yang baik tutur katanya dan suka memberi makan kepada orang lain, terus berpuasa serta shalat di waktu malam ketika orang-orang sedang tidur." (H.R. Tirmidzi)
Berbicara kejujuran (dalam bahasa arab disebut sebagai Ash-Shidqun), di sini penulis akan mengklasifikasikannya menjadi 5  macam, yaitu:

1. Shidq Al-Qalbi (jujur dalam berniat).

Hati adalah poros anggota badan. Hati adalah barometer kehidupan. Hati adalah sumber dari seluruh gerak langkah manusia. Jika hatinya bersih, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan manfaat. Tapi jika hatinya keruh, maka seluruh perilakunya akan mendatangkan bencana. Rasulullah Saw. bersabda, "Ingatlah, dalam tubuh itu ada segumpal daging. Bila ia baik, akan baiklah seluruh tubuh. Dan bila ia rusak, rusaklah ia seluruhnya. Itulah qalbu (hati)." (H.R. Bukhari).

Itulah hati dan kejujuran yang tertanam dalam hati akan membuahkan ketentraman, sebagaimana firman-Nya,

"(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah-lah hati menjadi tentram." (Q.S. Ar-Ra'd [13]: 28)

2. Shidq Al-Hadits (jujur saat berucap).

Jujur saat berkata adalah harga yang begitu mahal untuk mencapai kepercayaan orang lain. Orang yang dalam hidupnya selalu berkata jujur, maka dirinya akan dipercaya seumur hidup. Tetapi sebaliknya, jika sekali dusta, maka tak akan ada orang yang percaya padanya. Orang yang selalu berkata jujur, bukan hanya akan dihormati oleh manusia, tetapi juga akan dihormati oleh Allah Swt. sebagaimana firman-Nya,

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu. Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar." (Q.S. Al-Ahzab [33]: 70-71)

Hidup dalam naungan kejujuran akan terasa nikmat dibandingkan hidup penuh dengan dusta. Rasulullah Saw. bahkan mengkatagorikan munafik kepada orang-orang yang selalu berkata dusta, sebagaimana sabdanya, "Tanda-tanda orang munafik itu ada tiga; bila berucap dusta, kala berjanji ingkar dan saat dipercaya khianat." (H.R. Bukhari dan Muslim)

3. Shidq Al-'Amal (jujur kala berbuat).

Amal adalah hal terpenting untuk meraih posisi yang paling mulia di surga. Oleh karena itu, kita harus selalu mengikhlaskan setiap amal yang kita lakukan. Dalam berdakwah pun, kita harus menyesuaikan antara ungkapan yang kita sampaikan kepada umat dengan amal yang kita perbuat. Jangan sampai yang kita sampaikan kepada umat tidak sesuai dengan amal yang kita lakukan sebab Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang banyak berbicara tetapi sedikit beramal.

"Hai orang-orang yang beriman, mengapa kamu mengatakan apa yang tidak kamu perbuat? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tiada kamu kerjakan." (Q.S. Ash-Shaff [61]: 2-3)

Jadi, yang harus kita lakukan adalah banyak bicara dan juga beramal agar kita bisa meraih kenikmatan surga.

4. Shidq Al-Wa'd (jujur bila berjanji).

Janji membuat diri kita selalu berharap. Janji yang benar membuat kita bahagia. Janji palsu membuat kita selalu was-was. Maka janganlah memperbanyak janji (namun tidak ditepati) karena Allah Swt. sangat membenci orang-orang yang selalu mengingkari janji sebagaimana dalam firman-Nya,

"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji dan janganlah kamu membatalkan sumpah-sumpah(mu) itu, sesudah meneguhkannya, sedang kamu telah menjadikan Allah sebagai saksimu (terhadap sumpah-sumpah itu). Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang kamu perbuat." (Q.S. An-Nahl [16]: 91)

Kita pun harus selalu membatasi janji yang kita ucapkan, baik kepada Allah maupun kepada manusia karena setiap janji yang kita ucapkan akan dipertanggungjawabkan di sisi Allah Swt.

"...Dan penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggungan jawabnya." (Q.S. Al-Israa [17]: 34)

5. Shidq Al-Haal (jujur dalam kenyataan).

Orang mukmin hidupnya selalu berada di atas kenyataan. Dia tidak akan menampilkan sesuatu yang bukan dirinya. Dia tidak pernah memaksa orang lain untuk masuk ke dalam jiwanya. Dengan kata lain, seorang mukmin tidak hidup berada di bawah bayang-bayang orang lain. Artinya, kita harus hidup sesuai dengan keadaan diri kita sendiri. Dengan bahasa yang sederhana, Rasulullah Saw. mengingatkan kita dengan ungkapan, "Orang yang merasa kenyang dengan apa yang tidak diterimanya sama seperti orang memakai dua pakaian palsu." (H.R. Muslim). Dari ungkapan ini, Rasulullah Saw. menganjurkan kepada umatnya untuk selalu hidup di atas kenyataan dan bukan hidup dalam dunia yang semu.
Ingin agar Ramadhan tahun ini memiliki dampak perubahan yang luar biasa bagi masa depan Anda? Sekaranglah saatnya berlatih jujur yang dimulai dari jujur pada diri sendiri dengan melaksanakan semua ibadah Ramadhan dengan penuh kejujuran. Wallahu a'lam.

Mudah-mudahan Kita semua dapat memiliki 5 macam kejujuran diatas amin....
Semoga sangat bermanfaat, jangan lupa komentar anda terimakasih.....

Sumber:http://www.percikaniman.org/category/kang-ayat-muhlis/kejujuran-berbuah-bidadari

Baca selengkapnya »

Asal-Usul Malam Lailatul Qadar

| Kamis, 11 Agustus 2011

Pada suatu hari Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam bercerita kepada para sahabatnya tentang pejuang dari Bani Israil yang bernama Sam’un. Selama 1000 bulan atau delapan puluh tiga tahun ia tidak pernah meletakkan senjata atau beristirahat dari perang Fii Sabilillah. Ia hanya berperang dan berperang demi menegakkan agama Allah tanpa mengenal rasa lelah. Para sahabat ketika mendengar cerita tersebut, mereka merasa kecil hati dan merasa iri dengan amal ibadah dan perjuangan orang tersebut. Mereka ingin melakukan amal ibadah dan perjuangan yang sedemikian rupa, tapi bagaimana mungkin untuk melakukannya sedang umur kehidupan mereka jarang yang mencapai usia lebih dari enam puluh atau tujuh puluh tahun. Di dalam hadist disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Usia ummatku sekitar enam puluh atau tujuh puluh tahun”. karena itulah mereka bersedih dan kecil hati.


Ketika para sahabat sedang berfikir dan merenungkan tentang hal itu, dimana mereka merasa kecil hati karena tidak mungkin berbuat hal yang telah diperbuat oleh orang Bani Israil yang telah disebutkan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam, maka datanglah malaikat Jibril kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam membawa wahyu dan kabar kembira kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya. Berkata malaikat Jibril Alaihis Salaam: “Allah Subhanahu Wa Ta’ala telah menurunkan kepadamu ya Rasulullah surat Al Qadr, dimana di dalamnya terdapat kabar gembira untukmu dan ummatmu, dimana Allah menurunkan malam Lailatul Qadr, dimana orang yang beramal pada malam Lailatul Qadr mendapatkan pahala lebih baik dan lebih besar daridari pada seribu bulan.
Maka amal ibadah yang di kerjakan ummatmu pada malam Lailatul Qadr lebih baik dari pada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil yang beribadah selama delapan puluh tahun”. Lalu malaikat jibril membacakan surat Al Qadr yang


 Artinya: “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qur’an) pada malam kemulian (Lailatul Qadr).” “Dan tahukah kamu apa malam kemuliaan”. “malam kemulian itu lebih baik dari seribu bulan”. Pada malam itu turun para malaikat dan ruh dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan”. “Malam itu penuh kesejahtraan sampai terbit fajar”.

 Maka dengan turunnya wahyu tersebut yang penuh dengan kabar gembira, Rasulullah Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam dan para sahabatnya merasa senang dan gembira dengan adanya Lailatul Qadr.
Kapankah terjadinya malam Lailatul Qadr ??? Yang pasti Lailatul Qadr terjadi disetiap bulan Ramadhan, sebagaimana yang di sepakati oleh Ulama ahli tafsir. Namun yang menjadi perbedaan pendapat adalah tentang hari apa dan tanggal berapa terjadinya malam Lailatul Qadr?

Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa suatu hari Rasulullah menjanjikan para sahabatnya untuk memberitahukan kepada mereka tentang malam keberapa akan terjadanya Lailatul Qadr, akan tetapi karena terjadi perselisihan antara beberapa orang, maka Allah Subhanahu Wa Ta’ala merahasiakan waktu kedatangan Lailatul Qadr di malam malam bulan Ramadhan. Oleh karena itulah para Ulama mengatakan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr ada kemungkinan di awal malam dari bulan Ramadhan atau di salah satu malam di malam-malam bulanRamadhan.

Didalam suatu hadist Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam yang artinya: “Carilah malam lailatul qadar dimalam-malam 10 akhir di bulan Ramadhan”.
Berkata Al Imam Malik, bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr itu di malam-malam 10 akhir dibulan Ramadhan dengan tanpa ada ketentuan tanggal atau malam. Menurut pendapat Imam Syafii, Lailatul Qadr kemungkinan besar datang pada tanggal 21 Ramadhan, dan menurut Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha Lailatul Qadr datang pada tanggal 17 Ramadhan, sedangkan Sayyiduna Abu Dzar dan Al Hasan Al basri mengatakan bahwasanya kedatangan malam Lailatul Qadr pada tanggal 25 Ramadhan. Tetapi pendapat paling banyak diantara para sahabat, seperti Abdullah bin Umar, Abdullah bin Abbas, Ubay bin Kaab dan Al Imam Ahmad bin Hambal didalam riwayatnya bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr pada tanggal 27 Ramadhan dan banyak juga dari Ulama Ulama besar yang mengatakan bahwa kedatangan malam Lailatul Qadr dirahasiakan oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala.

Inilah pendapat-pendapat yang mengatakan tentang kedatangan malam Lailatul Qadr, lalu bagaimana kita menyikapi hal tersebut? Perlu kita ketahui hikmah di rahasiakannya kedatangan malam Lailatul Qadr adalah agar kita Umat Islam berjaga-jaga dan bersiap-siap dengan melakukan ibadah disetiap malam dibulan Ramadhan tanpa harus menentukan satu malam atau menjadikan malam tertentu lebih dari malam lainnya. Kita harus meningkatkan nilai-nilai ibadah kita dibulan Ramadhan dengan prinsip malam ini lebih baik dari malam kemarin dan seterusnya, dan berharap pada Allah SWT agar diberi taufik untuk beribadah pada malam Lailatul Qadr, sehingga kita mendapatkan ucapan salam dari para malaikat yang turun ke bumi dan masuk ke setiap rumah orang-orang mu’min untuk memberikan salam dan mendoakan kepada penghuni rumah.
Bahkan di riwayatkan didalam hadist oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam didalam khutbahnya: “Barangsiapa memberikan makanan untuk orang berbuka puasa dari hartanya yang halal maka malaikat memintakan ampunan dari Allah atas dosa-dosanya sepanjang bulan Ramadhan dan disaalmi oleh Jibril Alaihis Salaam dimalam Lailatul Qadr dan barang siapa yang disalami oleh jibril niscaya lembut hatinya dan banyak air matanya”.

Dan apa bila kita ingin mengetahui apakah rumah kita telah di masuki oleh para malaikat dan kita telah di salami olah malaikat Jibril di malam Lailatul Qadr, maka lihatlah diri kita apakah hati kita lembut apakah mata kita selalu mencucurkan air matanya karena Allah? Maka apabila kita telah dapati hal hal tersebut di diri kita maka kita termasuk didalam golongan orang-orang yang berbahagia yang melebihi orang-orang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil dan kita termasuk didalam golongan orang-orang yang patut untuk dibanggakan oleh Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam di hari kiamat nanti di hadapan para Nabi dan Rasul.

Di katakan oleh para Ulama bahwa diantara tanda-tanda malam Lailatul Qadr adalah pagi harinya matahari bersinar cerah, tetapi sinarnya tidak terlalu panas dan hari itu penuh dengan ketenangan dan ketenteraman sehingga dikatakan tidak terdengar gonggongan anjing, dan banyak lagi tanda-tanda yang lainnya.
Dan juga banyak dari orang-orang yang berhati suci mengetahui kedatangan malam Lailatul Qadr. Sehinngga diriwayatkan didalam hadist bahwasanya istri Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam Sayyidatuna Aisyah Radhiallahu Anha bertanya kepada Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Ya Rasulullah apabila aku mengetahui kedatangan malam Lailatul Qadr apa yang aku baca?” Maka menjawab Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam: “Ya Aisyah apabila egkau mengetahui kedatangan Lailatul Qadr maka bacalah ya Allah sesungguhnya engkau maha pengampun dan menyukai ampunan maka ampunilah aku”.
Dari sini kita mengambil kesimpulan bahwa beberapa orang mengetahui tentang kedatangan malam karena itulah Sayyidatuna Aisyah berkata: “Apabila aku mengetahuinya” dan Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna Aisyah sebab apabila pertaanyaan Sayyidatuna Aisyah salah, dan tidak ada orang yang mengetahui kedatangan Lailatul Qadr maka untuk apa Rasulullah Sallallahu Alaihi Wasallam menjawab pertanyaan Sayyidatuna Aisyah.

Oleh karena itulah diriwayatkan oleh ahli sejarah bahwa dibeberapa kota muslim yang penuh dengan Ulama, seperti di negeri Yaman perempuan-perempuan berbincang-bincang dengan sesama mereka (mengosip) dan mereka mengatakan kepada temannya: “Apakah kamu melihat Lailatul Qadr semalam?” Maka temannya menjawab: “Ya aku pun melihatnya”. Dan begitulah yang menjadi obrolan mereka di pagi hari Lailatul Qadr.

Semoga sangat bermanfaat, janganlupa komentar anda, trimakasih...

Sumber:http://www.alfurqon.or.id/component/content/article/45-tausyiah/287-rahasia-kedatangan-malam-lailatul-qadr




Baca selengkapnya »

Malaikatpun Senang Mendengarnya

|


Tengah malam itu suasana tenang dan hening sekali. Usaid bin Hudhair duduk di beranda belakang rumahnya.Putranya, Yahya, yang masih balita sudah lama terlelap di sampingnya. Tidak jauh dari tempatnya duduk, seekor kuda siap tertambat.

Sewaktu-waktu jika perintah perang fisabilillah dari Rasulullah keluar, dia dapat dengan sigap menunggangnya. Di keheningan malam itu, Usaid membaca Alqur an dengan khusyuk dan penuh penghayatan. Ayat demi ayat dia lantunkan dengan suara merdu. Ia membaca surah al-Baqarah ayat 1-4.

Ketika melantunkan ayat-ayat suci tersebut, kudanya lari berputar-putar hampir memutuskan tali pengikatnya. Sampai di ujung ayat keempat al-Baqarah tersebut, Usaid menghentikan bacaannya, ingin tahu apa yang terjadi pada kudanya. Usaid tidak melihat apa pun.

Bersamaan dengan berhentinya Usaid melantunkan ayat-ayat suci, kudanya kembali tenang. Usaid kembali melanjutkan bacaannya. “Mereka itulah yang tetap mendapat petunjuk dari Tuhan mereka dan merekalah orangorang yang beruntung.” (QS [2]: 5).

Kudanya kembali meronta, berputar-putar lebih hebat dari yang pertama. Usaid pun kembali menghentikan bacaannya. Kudanya kembali diam. Demikianlah terjadi berulang-ulang. Setiap kali Usaid membaca Alquran kudanya meronta, setiap kali Usaid diam kudanya juga diam.

Khawatir dengan keselamatan anaknya, Usaid membangunkan anaknya. Ketika itulah dia melihat ke langit, terlihat awan seperti payung yang mengagumkan, belum pernah dia lihat sebelumnya. Esok paginya, hal itu dia ceritakan kepada Rasulullah SAW.

Rasul bersabda, “Hai Usaid, itu malaikat yang turun mendengarkan engkau membaca Alquran. Seandainya engkau teruskan bacaanmu, pastilah orang banyak akan melihatnya pula. Pemandangan itu tidak akan tertutup bagi mereka.”

Usaid sangat mencintai Alquran, bahkan sejak pertama kali mendengarkan ayat-ayat Alquran dilantunkan oleh Mush’ab bin Umair, dai muda yang dikirim Rasulullah SAW sebagai perintis dakwah di Kota Yatsrib. Saat itu, Mush’ab sedang menyampaikan Islam kepada orang-orang yang sudah masuk Islam, tiba-tiba Usaid datang.

Usaid berkata dengan nada menuding, “Apa maksud Tuan da tang ke sini? Tuan hendak mempengaruhi rakyat kami yang bodoh-bodoh. Pergilah Tuan sekarang, jika Tuan masih ingin hidup!” Dengan wajah tenang karena pantulan iman, Mush’ab menjawab, “Wahai pemimpin, silakan duduk bersama kami, mendengarkan apa yang kami bicarakan. Jika Anda suka apa yang kami bicarakan, silakan ambil. Dan jika Anda tidak suka, kami akan meninggalkan Anda dan tidak kembali lagi ke kampung Anda ini.”

Usaid setuju, lalu mulai mendengarkan Mush’ab menjelaskan Islam sambil membaca ayat-ayat Alquran. Rasa gembira terpancar di wajah Usaid. Dia langsung mengaguminya.

“Alangkah indahnya apa yang Tuan baca,” kata Usaid. “Apa yang dapat saya lakukan jika aku ingin memeluk Islam?” katanya lebih lanjut. Di bawah bimbingan Mush’ab, Usaid masuk Islam. Sejak itu Usaid mencintai Alquran seperti seseorang mencintai kekasihnya. Itulah Usaid bin Hudhair yang malaikat pun turun mendengarkan bacaannya.
Subhanallah... malaikat pun senang mendengarnya apalagi kita wahh ga kebayang.
Semoga sangat bermanfaat janganlupa komentar anda, trimakasih...

Sumber: http://www.republika.co.id/berita/dunia-islam/hikmah/11/08/11/lpqhlo-malaikat-pun-turut-mendengarkan
Baca selengkapnya »

Bapak Robot Dunia (Al Jazari)

| Selasa, 09 Agustus 2011

Peradaban Islam di era keemasan telah menguasai teknologi yang sangat tinggi. Pada abad ke-13 M, dunia Islam sudah menggenggam teknologi robot. Insinyur Muslim di zaman kekhalifahan sudah mampu menciptakan robot mirip manusia. Pencapaian itu sekaligus mematahkahkan klaim Barat yang kerap menyebut Leonardo da Vinci sebagai perintis teknologi robot.

Da Vinci baru merancang pembuatan robot pada 1478, itu pun baru berbentuk desain di atas kertas. Sedangkan, insinyur Muslim yang sangat brilian, Al-Jazari, sudah berhasil merancang dan menciptakan aneka bentuk robot pada awal abad ke-13 M. Atas dasar itulah, masyarakat sains modern menjulukinya sebagai ”Bapak Robot”. Peradaban Islam lebih maju tiga abad dalam teknologi robot dibanding Barat.
Peradaban Islam adalah perintis dalam bidang teknologi automata, yakni sebuah mesin yang dapat berjalan sendiri (self operating). Automata sering digunakan untuk menggambarkan sebuah robot atau lebih khusus robot autonomous. Kata Automata berasal dari bahasa Yunani automatos, yakni berlaku atas kehendak sendiri, bergerak sendiri.

Kata itu digunakan untuk menggambarkan mesin-mesin bergerak tak-elektronik, khususnya yang dirancang untuk menyerupai gerakan manusia atau hewan. Mesin robot yang diciptakan Al-Jazari berbentuk sebuah perahu yang terapung di sebuah danau yang ditumpangi empat robot pemain musik.


Robot yang terdiri atas dua penabuh drum, seorang peniup harpa, dan pemain suling logam itu diciptakan untuk menghibur para tamu kerajaan dalam acara jamuan minum. Al-Jazari mengembangkan prinsip hidrolik untuk menggerakkan mesin yang di kemudian hari dikenal sebagai mesin robot. ”Itu adalah automata pertama yang bisa diprogram,” ungkap Prof Noel Sharkey.
Robot penabuh drum yang dirakit Al-Jazari dapat memainkan beragam irama yang berbeda-beda. Robot yang ditemukan Al-Jazari itu juga mengundang kekaguman Charles B Fowler. Menurut dia, temuan insinyur Muslim itu bisa disebut ‘‘robot band”. Sebuah pencapaian penting yang belum pernah ditemukan peradaban lain sebelumnya dan kebudayaan lain di zaman itu.

Secara khusus Mark E Rosheim menyimpulkan, kemajuan yang dicapai dunia Islam di era kejayaan dalam bidang robotika sebagai sebuah penemuan lebih maju dibandingkan zaman Yunani. ”Tak seperti desain Yunani, contoh robot yang diciptakan dunia Islam (Arab) mampu mengundang daya tarik. Tak hanya dalam ilusi dramatis, tetapi mampu menghadirkan lingkungan yang bisa membuat manusia lebih nyaman,” ungkap Rosheim.

Menurut Rosheim, robot ciptaan Al-Jazari itu merupakan salah satu kontribusi peradaban Islam yang sangat penting bagi teknologi. Menurut dia, robot yang diciptakan peradaban Islam di awal abad ke-13 M sudah berbentuk manusia robot dan mampu membantu manusia untuk tujuan praktis. Sayangnya, kata dia,  robot itu tak diciptakan untuk kepentingan industri.

Selain ”robot band”, Al-Jazari juga berhasil menciptakan sebuah robot pramusaji berbentuk manusia yang bertugas untuk menghidangkan air, teh, atau minuman lainnya. Minuman disimpan dalam sebuah tank dengan reservoir (penampung air). Dari penampung itu, air dialirkan ke dalam sebuah ember dan setelah tujuh menit mengalir ke sebuah cangkir. Setelah itu, robot itu mengeluarkan minumannya.


Penemuan penting lainnya di era kejayaan Islam yang tak kalah menarik adalah pencuci tangan otomatis dengan mekanisme pengurasan. Mekanisme yang dikembangkan Al-Jazari itu, kini digunakan dalam sistem kerja toilet modern. Robot pencuci tangan otomatis itu berbentuk seorang wanita yang berdiri dengan sebuah baskom berisi air.
Ketika seorang pengguna menahan tuas, air akan mengering dan robot wanita itu akan kembali mengisi baskom dengan air. Robot lainnya yang dikembangkan Al-Jazari adalah air mancur burung merak. Robot ini berfungsi sebagai pengganti pembantu atau pelayan. Robot ini memudahkan orang saat membersihkan tangan, karena robot burung merak itu akan menawarkan sabut dan handuk secara otomatis.


Robot lainnya yang diciptakan insinyur Muslim adalah burung merak otomatis yang bisa bergerak. Al-Jazari menggerakkan robot burung merak itu dengan tenaga air. Teknologi robot lainnya yang ditemukan Al-Jazari adalah pintu otomatis sebagai bagian dari salah satu jam air yang diciptakannya.
Teknologi automata yang dikembangkan Al-Jazari mencapai 50 jenis dan semuanya ditulis dan digambarkan dalam kitabnya yang sangat legendaris, Al-Jami Bain al-Ilm Wal ‘Aml al-Nafi Fi Sinat ‘at al-Hiyal (The Book of Knowledge of Ingenious Mechanical Devices). Karyanya ini berisi tentang teori dan praktik mekanik. Dalam kitab itu, Al-Jazari membeberkan secara detail beragam hal terkait mekanika.



Selain itu, Al-Jazari juga menciptakan teknologi automata lainnya yang berfungsi untuk membantu dan memudahkan tugas manusia. Ia antara lain menciptakan peralatan rumah tangga dan musik automata yang digerakkan tenaga air.
  

Semua robot yang ditemukan peradaban Islam lewat Al-Jazari sungguh sangat mencengangkan. ”Tak mungkin mengabaikan hasil karya Al-Jazari yang begitu penting. Dalam bukunya, ia begitu detail memaparkan instruksi untuk mendesain, merakit, dan membuat sebuah mesin,” ungkap sejarawan Inggris, Donald R Hill, dalam tulisannya berjudul, Studies in Medieval Islamic Technology.
Sejarawan lainnya yang terpesona dengan risalah penemuan Al-Jazari adalah Lynn White. ”Jelas sudah bahwa penemu roda gigi pertama adalah Al-Jazari. Barat baru menemukannya pada 1364 M.” Menurut Lynn, kata gear (roda gigi) baru menjadi perbendaharaan kata atau istilah dalam desain mesin Eropa pada abad ke-16 M.
Dalam pandangan Donald Hill, tak ada satu pun dokumen yang mampu menandingi karya Al-Jazari sampai abad modern ini. Menurut dia, risalah penemuan Al-Jazari begitu kaya akan instruksi mengenai desain, pembuatan, dan perakitan mesin-mesin.
”Al-Jazari tak hanya mampu memadukan teknik-teknik para pendahulunya dari Arab dan non-Arab, tapi juga dia benar-benar seorang insinyur yang kreatif,’‘ papar Donald Hill yang begitu mengagumi Al-Jazari. Ketertarikannya atas karya sang insinyur Muslim itu, Donal Hill pun terpacu dan terdorong untuk menerjemahkan karya Al-Jazari pada 1974.

Al-Jazari Pemimpin Para Insinyur Muslim
Ra’is Al-A’mal. Gelar itu ditabalkan para insinyur Muslim di abad ke-13 M kepada Al-Jazari. Tak heran, jika nama lengkap sang insinyur fenomenal itu adalah Al-Shaykh Rais al-Amal Badi al-Zaman Abu al-Izz ibn Ismail ibn al-Razzaz al-Jazari. Sedangkan, titel Badi al-Zaman dan Al-Shaykh yang disandangnya menunjukkan bahwa dia adalah seorang ilmuwan yang unik, tak tertandingi kehebatannya, menguasai ilmu yang tinggi, serta bermartabat.
Sedangkan, kata Al-Jazari yang melekat pada nama lengkapnya itu menunjukkan amsalnya. Keluarga Al-Jazari berasal dari Jazirah Ibnu Umar di Diyar Bakr, Turki. Namun, hipotesis lainnya menyebutkan bahwa Al-Jazari terlahir di Al-Jazira, sebuah kawasan yang terletak di sebelah utara Mesopotamia, yakni kawasan di utara Irak dan timur laut Syiria, tepatnya antara Tigris dan Eufrat.
Di sanalah Al-Jazari mencurahkan hidupnya sebagai seorang insinyur dengan menciptakan berbagai mesin. Para penjelajah dan pelancong yang tandang ke wilayah itu pada abad ke-12 M, mengagumi kemakmuran yang diraih Dinasti Artukid. Pada saat itu pula, kedamaian dan stabilitas politik dan keamanan begitu terkendali.
Seperti halnya sang ayah, Al-Jazari mengabdikan dirinya pada raja-raja dari Dinasti Urtuq atau Artuqid di Diyar Bakir dari tahun 1174 M sampai 1200 M sebagai ahli teknik. Semasa hidupnya, Al-Jazari mengalami tiga kali suksesi kepemimpinan di Dinasti Artukid, yakni Nur al-Din Muhammad ibn Arslan (570 H – 581 H/1174 M – 1185 M); Qutb al-Din Sukman ibn Muhammad (681 H – 697 H/1185 M – 1200 M); dan Nasir al-Din Mahmud ibn Muhammad (597 H – 619 H/1200 M – 1222 M).
Atas permintaan Nasir al-Din Mahmud, Al-Jazari menuliskan seluruh penemuannya dalam sebuah risalah yang fenomenal. Dalam pengantar risalahnya, Al-Jazari mengungkapkan bahwa dirinya mulai mengabdi pada Dinasti Artuqid pada 570 H/1174 M. Ia risalah penemuannya, setelah 25 tahun bersama menjadi ahli teknik di bawah kepemimpinan tiga raja Dinasti Artuqid.
Berdasarkan informasi itu, dapat disimpulkan, kemungkinan Al-Jazari menulis risalahnya pada 595 H/1198 M, atau dua tahun sebelum Nasir Al-Din didaulat menjadi raja. Menurut naskah Oxford, Al-Jazari merampumgkam risalahnya yang mengguncang dunia teknik modern pada 16 Januari 1206 M.
Karya besar Al-jazari itu disempurnakan oleh Muhammad ibn Yusuf ibn `Uthman al-Haskafiat pada akhir Syaban 602 H/10 April 1206. Dari catatan Haskapi, saat itu Al-Jazari sudah tiada. Dari catatan itulah, Al-Jazari diperkirakan wafat pada 602 H/1206 M–beberapa bulan setelah dia menyelesaikan karyanya.

Sumber:http://masmoi.wordpress.com/2010/04/17/al-jazari-bapak-teknologi-mekanik-dunia/
Baca selengkapnya »

(GoVlog-Ramadan) Kuat Berpuasa ala Mufti

| Senin, 08 Agustus 2011

Bulan puasa tahun ini adalah puasa pertama Mufti Arfiansyah putra pertama pasangan Bapak Yosef Surohman  dan Ibu Tati Latifah keponakan ku yang usianya sekarang kurang lebih 5 tahun dan pada tahun ajaran baru kemarin ia mulai masuk sekolah taman kanak-kanak Multazam di daerah tempatku tinggal .
Kakakku memang orang yang religius dan ingin membiasakan anaknya belajar puasa sedari kecil, mufti belajar puasa baru setengah hari  mulai dari imsak sampai dzuhur makan siang dan di lanjut tanpa makan apapun sampai waktu berbuka, 1“Uti mah soleh nek puasana setengah dinten tapi teraskeun dugi ka magrib”  ucap ibunya memuji Mufti  2“ oh.. kitu!! Ieu atuh nenek masihan hadiah wafer  karesep uti”   jawab ibu ku 3“nuhun nek..”  jawab Mufti.

4“Mamah.. Uti bade buka puasa di bumi nenek nya??” pinta mufti ... 5“sok wae tapi ulah baongnya!! Mamah uih hela”  Tak terasa sudah masuk Dzuhur dan adzanpun berkumandang Mufti sudah mulai menagih jatah makan siang Ibuku memberinya semangkuk mie rebus plus telor makanan Favorit anak-anak jaman sekarang hehe...  (klo ga ada midog ga makan deh). 

Selesai makan Mufti bermain dihalaman depan rumah bersama teman sebaya nya selang beberapa menit dia buka Wafer pemberian ibuku dimakannya satu buah berbarengan dengan istriku yang pulang dari warung dan memergokinya 6“Hayo Uti Teu Puasa...”  dengan expresi wajah yang kaget namun lucu 7“Astagfirullahal’azim.. Uti kan puasa bi..”  8”wios ari hilap mah teu batal”  jawab istriku.

Dilain kesempatan Ibuku yang hendak mengaji  memergokinya lagi Mufti  9“Har... cenah puasa naha mam Wafer??”  dengan expresi wajah yang kaget namun lucu 7“Astagfirullahal’azim.. Uti kan puasa nek..”  8”wios ari hilap mah teu batal”  jawab ibuku, kejadian ini terus berulang-ulang hingga habis semua wafer pemberian ibuku, hehe... entah lupa beneran ato dilupa-lupain namanya juga anak kecil yang dalam tahap belajar berpuasa, Semoga kelak dia menjadi anak yang soleh yang mempunya kesadaran berpuasa dan gak berbuka disiang bolong baik karena lupa atau di lupa-lupain amin..

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa(Qs Al-baqarah:183)

Semoga sangat bermanfaat, janga lupa komentar anda, trimaksih.... 
Pic: Gambar Gratis.com

  1. 1.       Uti itu anak soleh Nek Puasanya setengah hari tapi di terusin sampai magrib
  1. 2.       Oh.. gitu ini nenek kasih hadiah wafer kesukaan Uti
  1. 3.       Terimakasih nek...
  1. 4.       Mamah Uti mau buka puasa dirumah nenek ya??
  1. 5.       Iya boleh tapi jangan nakal ya mamah pulang dulu
  1. 6.       Hayo Uti gak Puasa
  1. 7.       Astagfirullahal’azim.. Uti Kan Puasa
  1. 8.       Klo lupa gak batal
  1. 9.       Loh.... katanya puasa kok makan wafer??


Baca selengkapnya »

Tips Menghilangkan Kebiasaan Anak Menghisap Jempol

|

Kebiasaan menghisap jempol sebenarnya adalah tindakan natural bayi. "Sangat umum bagi mereka menggunakan jari atau jempol lainnya untuk mendapatkan kenyamanan," ujar dr. Robert Anderson, seorang dokter anak asal Iowa, Kanada.

Di bulan pertama kehidupannya atau bisa jadi lebih cepat, anak bisa mulai paham kalau menghisap jari membuatnya nyaman. "Bisa membuat mereka tenang atau hanya karena memang itu menyenangkan," tutur Anderson lagi.

Namun jika dibiarkan sampai anak mulai tumbuh besar, kebiasaan itu bisa menghambat perkembangannya, seperti kemampuannya bicara. Kapan batas toleransi untuk anak menghentikan kebiasaan menghisap jempol itu?

"Biasanya saat anak berusia 2-4 tahun akan mulai melatih kepintaran lain, selain menghisap jari, seperti kemampuan bicara," imbuh drg. Mary Hayes asal Chicago.

Tapi tidak semua anak dengan mudah menghentikan kebiasaan menghisap jempol itu. Jika kebiasaan itu terus berlanjut sampai anak berusia 2 tahun lebih, ini bisa membuat perkembangan dirinya terhambat.

Menurut Hayes, jika dibiarkan gigi anak dapat menjadi maju atau saat rahang dikatupkan gigi depan atas dan bawah tetap terbuka. Masalah lain yang bisa timbul terjadi perubahan bentuk langit-langit mulut karena tekanan jempol di daerah tersebut.

Tak hanya itu saja, anak juga punya masalah dalam artikulasi jika terus menghisap jempol. Anak sulit mengucapkan huruf T dan D dengan benar atau huruf lainnya.

Lantas bagaimana caranya agar anak bisa menghentikan kebiasaannya tersebut? Psikolog keluarga asal California, Jenn Berman dan dr. Robert Anderson, memberikan beberapa sarannya:
  •   Usahakan Anda membatasi waktu anak menghisap jarinya. Misalnya hanya boleh melakukannya di kamarnya atau di rumah, tidak saat berada di tempat umum. "Katakan pada anak kalau ini hanya boleh dilakukan menjelang tidur atau saat tidur," jelas Berman.
  •   Jangan jadikan masalah ini sebagai bahan pertengkaran. "Jangan bilang pada anak, kamu tidak boleh menghisap jempolmu lagi," ujar Anderson. "Ketimbang memberinya kritikan, ketika anak tidak menghisap jempolmu, berikan dia pujian," tambahnya.
  • Komunikasikan pada anak soal kebiasaannya itu. "Katakan pada anak, kapanpun dia siap menghentikan kebiasaannya itu, Anda siap membantunya," ujar Berman. Cara ini bisa membuat anak termotivasi dan akhirnya datang pada Anda untuk minta bantuan Anda.
  • Bangun kesadaran anak. "Saat anak menghisap jempol, ingatkan padanya kalau dia sedang menghisap jarinya," jelas Hayes. Jika anak tidak menyadarinya, bantu dia dan cari cara adakah hal lain yang bisa membuatnya nyaman selain jari.
  • Lakukan cara-cara kreatif untuk membuat anak paham kalau mereka sedang sudah besar dan suatu hari nanti tidak akan menghisap jarinya lagi. (sydh/dtc)
Semoga sangat bermanfaat, jangan lupa komentar anda, trimaksih....

Sumber:http://www.voa-islam.com/muslimah/education/2011/07/29/15665/menghentikan-kebiasaan-anak-menghisap-jempol/

Baca selengkapnya »

Nonton Film P***NO Ga Batalin Puasa Kok!!

| Kamis, 04 Agustus 2011


Jangan dulu tertipu dengan judulnya baca dulu sampai akhir baru ambil hikmah dan faedahnya, selamat membaca...

Sebagaimana disebutkan sebelumnya, hukum yang dimaksud dalam pertanyaan ini adalah batal dan tidak batal shaum ketika pada siang hari menonton nonton film porno atau tayangan lain yang mengundang syahwat? 

Kita ketahui bersama bahwa menonton atau melihat film (gambar) porno merupakan perbuatan dosa karena termasuk pada perbuatan mendekati zina, terlebih ketika Ramadhan. Pertanyaan kemudian muncul, apakah setiap perbuatan dosa dapat mengakibatkan batal shaum? Para ulama sepakat bahwa tidak semua perbuatan dosa yang dilakukan dapat mengakibatkan batalnya shaum. Berkaitan dengan nonton porno, terdapat perbedaan pandangan di kalangan ahli fikih.

Mazhab Maliki dan Hambali berpendapat bahwa menonton video atau gambar porno yang dilakukan dalam waktu tertentu sehingga mengakibatkan keluar madzi atau mani akan mengakibatkan batal shaum. Sebaliknya, jika tidak sampai keluar madzi atau mani, tidak batal shaumnya. Sementara itu, Mazhab Hanafi dan Syafii berpendapat bahwa menonton atau melihat pornografi yang dilakukan sampai mengeluarkan mani atau madzi, shaumnya tetap tidak batal.

Sejauh ini, saya melihat bahwa permasalahan ini dapat disimpulkan dengan menentukan apakah ia termasuk pada ruang lingkup perbuatan jima yang dapat membatalkan shaum atau tidak. Jika diyakini termasuk pada perbuatan jima, jelas menonton pornografi merupakan perbuatan yang membatalkan shaum.
Untuk sementara ini saya tidak melihat ada unsur keterkaitan antara perbuatan melihat pornografi dengan jima. Mengapa? Karena jima yang dimaksud adalah hubungan suami istri yang pada asalnya adalah halal jika dilakukan bukan dalam keadaan shaum. Sehingga, saya berpandangan bahwa nonton pornografi tidak sampai membatalkan shaum. Hanya saja, perbuatan tersebut dapat mengurangi bahkan menghilangkan pahala shaum.
Demikian pula halnya dengan nonton pornografi yang sampai menyebabkan keluar madzi atau mani. Keluar madzi atau mani karena nonton pornografi lebih menunjukkan lamanya waktu menonton dan bagaimana pengaruhnya pada kondisi biologis seseorang. Hal ini tentu relatif dan tidak bisa disamakan pada semua orang. Untuk menentukan bahwa keluar madzi atau mani dapat membatalkan atau tidak, kita kembali merujuk ke dasar hukum apakah keluar madzi atau mani karena nonton porno termasuk jima?

Saya masih berpendapat bahwa keluar madzi atau mani dengan sebab nonton pornografi tidak termasuk pada perbuatan jima. Sehingga, hal tersebut tidak membatalkan shaum. Meski demikian,
 
Nonton Pornografi Adalah Perbuatan Dosa dan Tercela.  
Terlepas dari batal tidaknya shaum, janganlah kita sampai menyengaja diri mencari-cari kesempatan untuk melakukannya.  

Bukankah hilangnya pahala shaum lebih merugikan daripada batal shaum yang dapat diganti dengan cara-cara tertentu?

Walllahu a’lam

Semoga sangan bermanfaat, jangan lupa komentar anda, timakasih....

Sumber :http://www.percikaniman.org
Baca selengkapnya »
 

Copyright © 2010 Master PIN | Design by Dzignine